Minggu, 05 Juli 2015

Mumpung masih muda

Kata mereka "Puas-puasin mainnya mumpung masih muda" Lebih baik puas-puasin berkarya, mumpung masih muda.

Kata mereka "Tapi kan belum punya pengalaman" justru karena masih muda makanya cari pengalaman jadi ketika tua nanti banyak pengalaman.

mari kita lihat teladan kita nabi Muhammad SAW.
umur 8 tahun sudah ikut pamannya berdagang keluar negri.
kalau bocah-bocah sekarang?

ketika remaja sudah menjadi pemimpin kafilah dagang
kalau remaja sekarang?

umur 25 tahun melamar istri dengan mas kawin sebanyak 40 unta muda
kalau pemuda sekarang?

Luar biasa jadi sekarang jangan ragu lagi untuk semuda mungkin berusaha untuk berkarya & kaya.
karena memang gak ada ruginya lebih banyak untungnya.

Jumat, 19 Desember 2014

Nakal dulu baru sukses jangan sukses dulu baru nakal

jika kita renungkan kalimat di atas sebenarnya bagus sekali untuk mengkritik para koruptor yang ketika sudah sukses malah jadi nakal. Tapi, beberapa anak muda malah salah kaprah dalam mengartikan kalimat di atas sampai akhirnya mereka nakal dan keterusan.

Hari-hari mereka habiskan hanya untuk nongkrong di Cafe atau warung kopi. Hp isinya hanya sms dari pacar. Bagaimana bisa jadi generasi emas jika hari-hari di habiskan dengan kebiasaan-kebiasaan tidak berguna. Bukankah apa yang di lakukan sekarang menentukan masa depan mu nanti?

Mereka bilang "nanti kalau sudah lulus sekolah". Jika bisa sekarang kenapa tunggu nanti?

Mereka bilang "senang-senang aja, urusan nanti biar allah yang atur". Hey, bukankah allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengusahakannya?

Mereka bilang "teman-teman yang lain pun gak pernah mikirin masa depan mereka" Jadi kamu ikut mereka ke jurang kemaksiatan dimana akhirnya jadi miskin, mabuk-mabukan, ikut berjudi. Mati masuk neraka, Mau?

Mereka bilang "ya nggak lah, terus jika mau jadi generasi emas gimana?" Baca terus...

BAB 1 Pembuka

Keyakinan adalah suatu hal yang ada di otak kita yang menentukan tindakan kita. Sebagai contoh, kita semua berkeyakinan bahwa meninju dinding dengan keras akan menimbulkan rasa sakit di tangan kita maka dari itu kita tidak akan meninju dinding dengan keras. Pada bab ini kita membongkar banyak sekali keyakinan-keyakinan yang salah sehingga membuat generasi islam sekarang tidak berkembang seperti generasi terdahulu.

Berikut keyakinan-keyakinan yang salah itu :

  1. Nakal dulu baru sukses jangan sukses dulu baru nakal.
  2. Puas-puasin main mumpung masih muda
  3. Orang kaya itu susah masuk surga.
  4. Sedekah itu se ikhlasnya.
  5. Bohong demi kebaikan.
  6. Mengalir seperti air.
  7. Diri sendiri aja belum bener, tapi udah sok benerin orang.
  8. Agama = Sholat, puasa, mengaji.
  9. Orang pun gak lihat. 
  10. Semuanya sudah di takdirkan
Lawan keyakinan-keyakinan yang salah itu dengan ini.
  1. Sukses boleh nakal jangan. nakal boleh tapi yang Syar'i.
  2. Mumpung masih muda yok berkarya sebelum tua nanti sulit bergerak.
  3. Iya, itu kaya yang salah. saya kaya karena usaha halal dan di salurkan ke hal-hal yang halal pula.
  4. Banyak dan ikhlas lebih baik.
  5. Yang namanya keburukan tetap keburukan.
  6. Hati-hati Jurang.
  7. Kalau mau nunggu sempurna, Kapan?
  8. Agama islam lebih dari itu.
  9. iya, tapi allah maha melihat. 
  10. Tapi bukan berarti kita tidak perlu ikhtiar.

Kamis, 18 Desember 2014

Kenapa Buku Ini Ada

Berawal dari ke prihatinan kami terhadap problema ummat saat ini terutama generasi mudanya. Melihat kenakalan remaja yang sex bebas, merokok, minum-minuman keras, pergaulan Hedonis, mental yang lemah , kemiskinan, Korupsi, Karakter yang buruk dll. Sangat tidak mencerminkan kepribadian islam sesungguhnya.



Maka dari itu kami persembahkan Buku ini. semoga dapat mengubah generasi muda saat ini menjadi pemuda yang Produktif & Berpegang teguh dengan tali agama islam sehingga tercipta generasi emas umat islam abad 21 ini.


Kerangka Buku


Sehati Training Center mempunyai visi, "Sehati membangun 1000 pemuda islam generasi emas 2020"

Untuk mencapai itu maka kami menyadari perlunya media yang di gunakan untuk mencapai visi tersebut maka dari itu kami akan segera membuat buku yang memliki kerangka seperti ini :