jika kita renungkan kalimat di atas sebenarnya bagus sekali untuk mengkritik para koruptor yang ketika sudah sukses malah jadi nakal. Tapi, beberapa anak muda malah salah kaprah dalam mengartikan kalimat di atas sampai akhirnya mereka nakal dan keterusan.
Hari-hari mereka habiskan hanya untuk nongkrong di Cafe atau warung kopi. Hp isinya hanya sms dari pacar. Bagaimana bisa jadi generasi emas jika hari-hari di habiskan dengan kebiasaan-kebiasaan tidak berguna. Bukankah apa yang di lakukan sekarang menentukan masa depan mu nanti?
Mereka bilang "nanti kalau sudah lulus sekolah". Jika bisa sekarang kenapa tunggu nanti?
Mereka bilang "senang-senang aja, urusan nanti biar allah yang atur". Hey, bukankah allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengusahakannya?
Mereka bilang "teman-teman yang lain pun gak pernah mikirin masa depan mereka" Jadi kamu ikut mereka ke jurang kemaksiatan dimana akhirnya jadi miskin, mabuk-mabukan, ikut berjudi. Mati masuk neraka, Mau?
Mereka bilang "ya nggak lah, terus jika mau jadi generasi emas gimana?" Baca terus...
Jumat, 19 Desember 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar